Jokowi Tunjukkan KTA PSI di Bandung, Akui Sudah Terdaftar Sejak Oktober 2025

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Bandung – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka menyatakan dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 26 September 2026. Dalam kesempatan itu, Jokowi turut menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI miliknya di hadapan para kader.

Jokowi mengatakan, dirinya telah tercatat sebagai anggota PSI sejak satu tahun sebelumnya. Ia kemudian menunjukkan kartu anggota tersebut untuk menjawab berbagai spekulasi mengenai status politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Banyak yang enggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini. Jokowi masih kurang jelas? Masih kurang jelas? Nih saya tunjukkan,” ujar Jokowi.

Di hadapan pengurus PSI dari tingkat pusat hingga ranting, Jokowi juga membacakan informasi yang tercantum dalam KTA miliknya. Kartu tersebut mencantumkan nama Joko Widodo, nomor keanggotaan, serta tanggal registrasi 14 Oktober 2025.

“Jadi sudah jelas semuanya ya. Jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya ini sudah menjadi keluarga besar PSI,” kata Jokowi.

Rakorda PSI di Bandung tersebut turut dihadiri Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum DPP PSI Andi Saiful Haq, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie, serta anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka dan Rusdi Masse Mappuasessu.

Minta Struktur Partai Tidak Sekadar Lengkap

Jokowi menjelaskan, Kota Bandung dipilih sebagai lokasi pengumuman karena struktur kepengurusan PSI di wilayah tersebut telah rampung hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan para kader agar tidak berhenti pada kelengkapan struktur organisasi. Menurutnya, struktur partai harus aktif dan memiliki kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Yang paling penting, struktur itu harus hidup. Struktur itu harus bekerja. Percuma strukturnya selesai tapi tidak bekerja dan tidak ada dinamika di bawah,” ujarnya.

Jokowi juga mendorong kader PSI untuk membangun jejaring komunitas, menjaga hubungan dengan tokoh masyarakat, serta aktif menyerap aspirasi warga.

Menurut dia, keberadaan kader di tengah masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk membangun dukungan politik.
“Kita ini yang dicari adalah dukungan rakyat, dukungan masyarakat, dukungan warga. Jadi dalam kegiatan apapun kita harus bisa hadir,” katanya.

Singgung Parliamentary Threshold

Dalam pidatonya, Jokowi juga menyinggung target PSI menghadapi Pemilu 2029. Ia mengatakan PSI harus mempersiapkan diri menghadapi berapa pun angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang nantinya berlaku.

“Mau parliamentary threshold 5 persen, oke enggak ada masalah. Mau 6 persen, enggak masalah. Mau 7 persen, enggak masalah. Mau 8 persen, enggak masalah,” kata Jokowi.

Ia menekankan bahwa kerja organisasi dan aktivitas struktur partai menjadi hal yang perlu diperkuat untuk menghadapi agenda politik mendatang.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyebut bergabungnya Jokowi sebagai bagian dari keluarga besar PSI merupakan momentum penting bagi partainya.

Menurut Endang, kehadiran Jokowi meningkatkan keyakinan internal PSI dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI, kita sangat yakin dan optimis, PSI akan menang Pemilu 2029 mendatang,” ujar Endang.