Berawal dari Hobi, Custom Bodi Tamiya Asal Bandung Barat Tembus Pasar Jepang

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Bandung Barat – Berawal dari hobi dan usaha penjualan decal pada 2016, sebuah bengkel custom bodi Mini 4WD atau Tamiya di Kabupaten Bandung Barat kini memiliki pelanggan hingga mancanegara.

Bengkel milik Zatnika Ganjar Nugraha (44) yang berada di Komplek Permata, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tersebut menerima pesanan custom bodi dari berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara.

Pesanan bahkan datang dari Malaysia, Thailand, Qatar, Arab Saudi, hingga Jepang.

Ganjar mengatakan, usahanya tidak memproduksi Tamiya secara utuh atau dalam kondisi siap balap. Bengkelnya secara khusus mengerjakan bagian bodi, mulai dari persiapan, pengecatan, hingga proses pengeringan.

“Kalau di sini kami fokusnya di bodi. Jadi, tidak membuat secara penuh atau full ready to race, tetapi lebih ke body only,” ujar Ganjar, Rabu (30/9/2026).

Menurut Ganjar, usaha tersebut bermula dari penjualan decal sekitar 2016. Seiring waktu, layanan berkembang dengan menerima custom decal untuk mobil remote control (RC), sebelum akhirnya merambah ke Mini 4WD.

Pengalaman mengerjakan berbagai produk RC menjadi bekal ketika tren Tamiya kembali diminati.

Bisa Kerjakan 3-5 Bodi Sehari

Proses pembuatan bodi custom dilakukan secara manual. Setiap pesanan membutuhkan ketelitian, terutama dalam tahap pengecatan dan penerapan detail desain.

Untuk desain dengan tingkat kesulitan sedang, bengkel tersebut mampu mengerjakan sekitar tiga hingga lima bodi dalam sehari.

Namun, waktu pengerjaan dapat bertambah apabila terjadi kesalahan dalam proses produksi. Bodi yang mengalami kegagalan pengecatan harus dikerjakan ulang dari awal.

“Kalau terjadi kegagalan, kami harus mengulang proses dari awal. Itu yang terkadang membuat waktu pengerjaan menjadi lebih panjang,” kata Ganjar.

Beragam desain dapat diwujudkan sesuai permintaan pelanggan. Mulai dari karakter Mater dan Lightning McQueen, tema Formula 1 (F1), hingga desain Gundam.

Selain karakter populer, Ganjar juga menerima pesanan dengan konsep balap, grafis khusus, maupun desain yang dibuat berdasarkan ide dan imajinasi pelanggan.

Setiap konsep kemudian diterjemahkan melalui kombinasi warna, grafis, dan detail pengecatan pada bodi Mini 4WD.

Semakin rumit desain dan semakin banyak detail yang harus dikerjakan, semakin lama pula waktu produksi yang dibutuhkan.

Harga Mulai Rp150 Ribu

Untuk mendapatkan bodi custom, pelanggan perlu menyiapkan biaya mulai dari sekitar Rp150 ribu hingga Rp400 ribuan.

Ganjar menjelaskan, harga tidak dipatok seragam karena bergantung pada jenis desain dan tingkat kesulitan pengerjaan.

Harga tersebut umumnya sudah mencakup bodi yang disiapkan oleh bengkel. Konsumen juga diperbolehkan membawa bodi sendiri untuk dicustom.

Namun, penggunaan bodi bekas yang sebelumnya telah dicat atau dicustom membutuhkan proses tambahan.

“Bodi harus dibersihkan dan dipersiapkan kembali sebelum pengecatan. Risiko kegagalan pun lebih besar, jadi lebih disarankan menggunakan bodi yang telah disiapkan di sini,” ujar Ganjar.

Pesanan Menjangkau Mancanegara

Pasar bengkel tersebut kini tidak lagi terbatas di Bandung dan Pulau Jawa. Pesanan datang dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bangka Belitung, Makassar, hingga Kalimantan.

Pasar luar negeri juga mulai terbentuk. Malaysia menjadi salah satu negara yang cukup rutin melakukan pemesanan.

Selain Malaysia, Ganjar menyebut pernah menerima pesanan dari Thailand, Qatar, Arab Saudi, hingga Jepang.

“Ada juga pesanan dari Thailand, Qatar, Arab Saudi, hingga Jepang,” katanya.

Meski demikian, pengiriman ke luar negeri memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah biaya pengiriman yang terkadang lebih tinggi dibandingkan harga bodi custom.

“Kadang ongkos kirimnya bisa lebih mahal daripada harga bodinya sendiri. Akhirnya, konsumen biasanya berpikir dua kali,” ucap Ganjar.

Namun, bagi sebagian penghobi, biaya pengiriman bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan desain yang sesuai keinginan.
“Kalau yang namanya sudah suka dan hobi mah, ongkos kirim berapa pun pasti akan disanggupi,” tuturnya.

Dari Hobi Menjadi Pasar Kreatif

Perjalanan Ganjar menunjukkan bagaimana aktivitas yang bermula dari hobi dapat berkembang menjadi usaha kreatif dengan pasar yang lebih luas.

Kini, bodi Mini 4WD tidak hanya dipandang sebagai bagian dari mobil mini, tetapi juga menjadi media bagi pemiliknya untuk mengekspresikan karakter dan kreativitas.

Di tangan para customizer, setiap bodi dapat memiliki tampilan berbeda sesuai konsep dan identitas pemiliknya.

Dari Komplek Permata, Kabupaten Bandung Barat, kreativitas tersebut bahkan telah menjangkau pelanggan di berbagai daerah Indonesia hingga mancanegara.

 

Baca juga : 

Rilis Motif Kimono, Hasil Kolaborasi Converse Jepang dengan Ippuya