Cara Menjaga Kesehatan Mata dari Paparan Radiasi Gawai

Penggunaan gawai dalam jangka waktu lama dapat memaparkan radiasi. (sumber: pixabay/GreenLana)
Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Bandung – Keberadaan gadget atau gawai elektronik kini tidak hanya milik golongan atau usia tertentu. Bahkan banyak pekerja informal memanfaatkannya sebagai alat penunjang bekerja tanpa mengindahkan paparan radiasinya

Menurut dokter spesialis mata Rumah Sakit Immanuel Bandung, dr. Elisa Yopitasari, Sp.M, paparan radiasi yang dihasilkan oleh layar gawai adalah paparan blue light atau sinar biru yang berlebih.

“Bluelight ini kalau yang sumber alaminya adalah Matahari, yang sumber artificialnya adalah dari semua layar. Nah, bluelight ini memang punya dampak buruk ke mata cuma enggak akan menyebabkan berdarah atau tumor. Melainkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan yang paling sudah ada penelitiannya, bisa mempercepat namanya degenerasi di makula,” terang Elisa dicuplik dari podcast Rumah Sakit Immanuel Bandung, ditulis Selasa (6/10/2026).

Elisa menerangkan makula adalah pusat penglihatan manusia yang berada di retina bagian saraf mata. Pada prinsipnya degenerasi kerusakan makula ini akibat semisalnya sisa-sisa metabolisme yang menumpuk sehingga terjadi pembengkakan.

Sebagian besar pada kasus umum, kondisi tersebut terjadi pada usia 60 tahun. Namun sebut Elisa, dengan tingginya intensitas didepan layar gawai dapat mempercepat kerusakan makula tersebut.

“Kemudian juga yang sering dari dampak bluelight ini adalah lebih ke masalah kornea. Misalnya matanya jadi kering tapi bukan berarti matanya berdarah. Sebenarnya radiasi soal bahaya gadget yang ramai dibicarakan itu lebih ke arah radiasi bluelight ini,” ungkap Elisa.

Cara efektif untuk mengatasi paparan radiasi bluelight dari gawai sebut Elisa, yakni yang utama mengurangi aktifitas di depan layar.

Pasalnya, jika terlalu lama beraktivitas didepan layar gawai tidak hanya terpapar radiasi bluelight saja. Tapi dapat berdampak sindrom kelelahan mata.

“Kalau kita baca atau mungkin banyak ngulik info-info seputar mata, ini sering disebut sebagai computer vision syndrome atau CVS. Jadi kalau kita ngomongin sindrom itu kumpulan gejala. Itu bisa banyak,” ujar Elisa.

Gejala pertama adalah matanya pedih dan berair, hal itu disebabkan sering terlalu lama melihat layar handphone atau komputer. Gejala lainnya adalah mata memerah, rasa pegal atau sakit di daerah kelopak mata.

Rasa sakit di daerah kelopak mata itu terang Elisa, dapat menjalar ke belakang leher serta pundak. Bahkan ada kasus karena dampak computer vision syndrome atau CVS itu nyeri tulang belakang (back pain).

“Apa sih yang kemudian menyebabkan computer vision syndrome atau kumpulan gejala-gejala gabungan ini sebetulnya adalah mata kita jadi cenderung kering. Karena hubungannya sama refleks mengedip,” ujar Elisa.

*Durasi Ideal Mata Berkedip*

Elisa menyebut idealnya mata berkedip dalam 1 menit adalah 16-20 kali ditinjau secara fisiologisnya. Namun jika mata terlalu lama fokus ke layar gawai, maka tanpa disadari refleks mengedip akan berkurang.

Padahal saat mengedip, air mata akan membasahi bola mata. Produksi air mata akan berkurang dengan sendirinya akibat fokus mata dengan intensitas lama terhadap layar gawai.

“Nah itu pastinya pedih, lama-lama kering kemudian menyebabkan mata merah yaitu dari situ. Kemudian rasa pegal semua yang tadi saya sebutkan, itu bisa juga karena posisi. Misalnya posisi kita tidak pas ke gawai yang sudutnya tidak sesuai rekomendasi,” kata Elisa.

Jika posisi sudut pandang seseorang yang tengah menggunakan gawai terlalu menunduk atau tengadah atau rebahan sambil miring memicu berbagai otot tubuh bekerja lebih keras. Seperti otot leher, pundak, punggung yang merupakan gejala computer vision syndrome.

Elisa menambahkan kelelahan pada mata juga menyebabkan penglihatan buram sementara waktu. Banyak kasus yang datang kepada Elisa, pasien mengeluh penglihatannya buram namun usai diperiksa kondisinya normal.

“Ternyata tidak butuh kacamata apapun, ukuran apapun. Itu dari mana? Bisa saja dari sindrom kelelahan mata ini atau computer vision syndrome ini. Karena tadi matanya lebih kering, dia akan menimbulkan blur. Kalau mata kita lebih kering, enggak basah, enggak lembab maka kita pasti akan lebih buram tapi sifatnya sementara,” tutur Elisa.

Cara mengembalikan penglihatan buram karena terlalu lama melihat layar gawai adalah dengan mengedip-ngedipkannya dan akan menjadi jelas kembali.

Pastinya ucap Elisa, durasi interaksi mata dengan layar gawai harus dikurangi semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan mata.

“Daripada kita membeli kacamata anti radiasi segala macam, nah lebih baik kita mengacu pada rekomendasi disebutnya rule  20-20-20. Jadi prinsipnya adalah setiap 20 menit kita di depan layar harus di cut dengan melihat jarak jauh 20 kaki (feet) setara dengan 5-6 meter, selama 20 detik,” tukas Elisa.(ARN)

Baca juga : 

Mengenal Spesifikasi Electrical Bike Sprint, Motor Trail Listrik Produksi Anak Bangsa