Kurasi, Kabupaten Bandung – Sebuah pesan langsung atau direct message (DM) di media sosial berujung pada bantuan nyata bagi Irsyad, anak berusia 8 tahun asal Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
Irsyad yang mengalami cerebral palsy dan membutuhkan kursi roda akhirnya mendapatkan bantuan setelah informasi mengenai kondisinya sampai kepada Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb melalui media sosial.
Ali kemudian mendatangi langsung kediaman keluarga Irsyad pada Rabu (7/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan kursi roda sekaligus bantuan kebutuhan pokok dan dukungan untuk kebutuhan anak.
Irsyad diketahui mengalami cerebral palsy sejak berusia sekitar 42 hari. Kondisi tersebut bermula ketika ia mengalami panas disertai kejang yang kemudian menyebabkan gangguan motorik.
Menurut Ali, kebutuhan kursi roda bagi Irsyad sebenarnya telah disampaikan keluarga sejak 2021. Namun, bantuan tersebut baru terealisasi setelah informasi mengenai kondisi Irsyad diterimanya melalui pesan di media sosial.
“Karena kemarin kebetulan saya membaca dan melihat DM itu, saya langsung respons. Alhamdulillah sekarang Irsyad sudah mendapatkan kursi roda,” kata Ali.
Ali mengatakan, media sosial dapat menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, ia berupaya merespons pesan warga yang telah dibaca dan diketahui.
“Kalau ada DM masyarakat yang saya lihat, pasti saya respons. Apa pun yang bisa saya bantu, pasti saya bantu,” ujarnya.
BPJS Irsyad Akan Diupayakan Masuk PBI
Dalam kunjungannya, Ali juga menemukan persoalan lain yang dihadapi keluarga Irsyad, yakni kepesertaan BPJS Kesehatan yang disebut sudah tidak aktif atau memiliki tunggakan.
Menurut Ali, persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti mengingat Irsyad masih membutuhkan pelayanan kesehatan dan terapi secara berkelanjutan.
Ia pun mengatakan akan mengupayakan agar Irsyad dapat masuk dalam kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Kita usahakan agar bisa menjadi BPJS PBI. Kasihan juga Irsyad kalau tidak diselesaikan, nanti tidak bisa terapi,” katanya.
Ali menegaskan, bantuan untuk Irsyad tidak berhenti pada pemberian kursi roda. Persoalan terkait kepesertaan BPJS juga akan ditindaklanjuti agar Irsyad dapat memperoleh akses layanan kesehatan dan terapi yang dibutuhkan.

Keluarga Irsyad Lega
Ibunda Irsyad, Popi Susanti, mengaku bahagia sekaligus lega karena kursi roda yang selama ini dinantikan akhirnya terealisasi.
Ia juga mengaku tidak menyangka Ali Syakieb akan datang langsung ke kediamannya untuk menemui keluarga.
“Sangat bahagia sekali. Tidak menyangka Bapak Ali Syakieb bakal ke sini. Sudah ditunggu-tunggu dari kemarin-kemarin, baru sekarang. Alhamdulillah senang,” kata Popi.
Popi menjelaskan, kondisi Irsyad bermula ketika anaknya mengalami panas disertai kejang saat berusia sekitar 42 hari.
Sejak saat itu, Irsyad mengalami gangguan motorik dan membutuhkan pendampingan serta pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
“Cerebral palsy. Awalnya panas kejang,” ujar Popi.
Kini, di usia delapan tahun, keluarga berharap Irsyad dapat memperoleh akses pengobatan dan terapi yang memadai. Popi juga berharap anaknya memiliki kesempatan untuk bersekolah dan menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya.
“Harapannya semoga dapat pelayanan untuk berobat anak. Karena ingin sembuh juga, ingin bisa sekolah,” katanya.
Kisah Irsyad menjadi gambaran bahwa kanal komunikasi publik, termasuk media sosial, dapat menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah.
Melalui informasi tersebut, pemerintah dapat mengetahui kondisi warga secara langsung sekaligus menindaklanjuti kebutuhan yang memerlukan penanganan.(KURASI)
Baca juga :