Kurasi, Bandung – Saraf kejepit dapat dicegah dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengubah pola pikir. Pikiran positif menghasilkan ketenangan, kedamaian, semangat dan keceriaan.
Menurut dokter spesialis bedah saraf tulang belakang Rumah Sakit Santosa, Dr. Farid Yudoyono, SpBS., pikiran positif ini membuat tekanan darah stabil, produksi kelenjar dan hormon seimbang, daya kerja organ dalam tubuh yang aktif dan selaras, sehingga tubuh dan pikiran senantiasa sehat.
“Sebaliknya bila pikiran kacau atau stress, depresi, maka sistem metabolisme menjadi kacau, tekanan darah meninggi, suplai nutrisi ,oksigen dan zat kimiawi tubuh tidak selaras dengan kebutuhan tubuh, akibatnya sistem saraf terganggu, otot menegang atau kram dan melemah, tulang dan sendi terganggu,” tutur Farid dalam keterangannya di laman Rumah Sakit Santosa, Bandung, Jumat (9/10/2026).
Farid menambahkan pola makan juga dapat memengaruhi mendukung syaraf kejepit. Pola makan ini guna menghindari berat badan berlebih yang menjadi salah satu faktor pemicu syaraf kejepit.
Farid menjelaskan setiap makanan mengandung nutrisi, gizi, kalori dan bahan bahan lainnya, namun juga mengandung energi.
“Masing-masing nya mempunyai manfaat bagi tubuh. Pilihlah makanan yang sehat dan tepat bagi tubuh,baik jenis, kandungan, jumlah maupun waktu makannya,” tutur Farid.
Tak lupa sebut Farid, sikap tubuh seseorang yang membuat tulang belakang melengkung dalam waktu yang lama akan mencederai tulang belakang, sendi tulang, saraf dan otot gerak.
Sikap tubuh yang benar saat berkegiatan sehari-hari yaitu duduk dengan tegak, sandarkan punggung sekitar 135 derajat dari paha. Posisi ini akan mengurangi tekanan pada tulang punggung daripada posisi tegak 90 derajat atau membungkuk 70 derajat.
“Tidur dengan kasur yang rata atau mengikuti lekuk tulang belakang dan tidur dengan bantal kepala yang tepat. Lakukan olahraga yang cukup dan teratur,” sebut Farid.
Farid mengingatkan saat berjalan kaki dan jangan lupa melakukan peregangan sebelumnya. Jalan kaki lebih dari satu jam perhari meningkatkan harapan hidup secara signifikan.
Menurut sebuah studi tahun 2011 yang mengamati 27.738 peserta antara 40 hingga 79 selama periode 13 tahun.
“Jalan kaki jika dilakukan secara rutin juga diketahui dapat meningkatkan kepadatan tulang pasca masa menopause pada wanita, mencegah osteoporosis, dan membantu mengurangi nyeri osteoarthritis. jalan kaki dapat membakar 100 kalori/km,” ungkap Farid.
Farid juga menyarankan agar tidak terjadi syaraf kejepit, harus menghindari gerak yang secara tiba-tiba. Diusahakan agar tidak mengangkat beban dengan membungkuk, lakukan dengan berjongkok.
Tak hanya menjaga tubuh terhidrasi, mengosumsi air putih minimal 2,5 liter per hari dapat menghindar dari kejadian syaraf kejepit.
“Anda tidak perlu khawatir lakukan pemeriksaan ulang yang telah anda lakukan pada terapi pencegahan, apakah yang anda lakukan sudah benar? Jika masih gagal tetap jangan khawatir, mungkin ada program Anda yang kurang tepat oleh karena itu segera konsultasikan ke dokter bedah saraf tulang belakang terdekat,” tukas Farid.(ARN)
Baca juga :