BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI Lewat Film Manasik di Bioskop

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Karawang – BB Tour & Travel (PT Bagja Bagea Balarea) Karawang meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi edukasi ibadah umrah melalui tayangan film di bioskop. Inovasi yang pertama kali diperkenalkan pada 2024 itu dirancang untuk membantu jemaah memahami tata cara ibadah serta tahapan perjalanan ke Tanah Suci, mulai dari persiapan hingga kembali ke Tanah Air.

Penghargaan tersebut diterima pada Sabtu (10/10/2026), bertepatan dengan peringatan milad ke-12 BB Tour & Travel. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemutaran Film Manasik Bioskop dan Manasik Akbar Praktik yang digelar di CGV Festivewalk Karawang dan Azzahra Galuh Mas Karawang.

Berdasarkan sertifikat yang ditandatangani pendiri MURI, Prof. Dr. (H.C.) KP Jaya Suprana, penghargaan tersebut diberikan atas rekor bertajuk Sosialisasi dan Tata Cara Ibadah Umroh Pertama dan melalui Tayangan Film di Bioskop.

Pemilik BB Tour & Travel, Hj. Ine Mulyati, S.H., M.Kn., mengatakan, gagasan pembuatan film manasik berawal dari keprihatinannya terhadap kesiapan jemaah dalam memahami doa dan tata cara ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ia menilai, buku panduan doa yang diberikan kepada jemaah belum tentu dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, diperlukan metode pembelajaran alternatif yang lebih menarik dan mudah dipahami.

“Awalnya hanya berangkat dari kegundahan. Buku doa itu selalu tersampul plastik dengan baik, tetapi sampai waktu berangkat, doa-doanya tidak pernah dibaca,” ujar Ine.

Melalui film tersebut, BB Tour & Travel berupaya menyampaikan materi manasik secara audiovisual. Materinya tidak hanya mencakup tata cara ibadah, tetapi juga berbagai tahapan perjalanan, mulai dari persiapan, pemilihan biro perjalanan, proses pendaftaran, hingga kepulangan jemaah.

Menurut Ine, penggunaan film di bioskop diharapkan dapat membantu jemaah memahami materi secara lebih menyeluruh. Dengan melihat dan mendengarkan penjelasan melalui tayangan, jemaah diharapkan lebih mudah mengingat doa serta tahapan ibadah yang akan dijalankan.

“Harapannya, setelah doa-doa ini dibacakan atau dilantunkan dan jemaah mengikuti, ada makna yang bisa diteruskan. Mereka menjadi lebih siap ketika menjalankan ibadah,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

MURI Apresiasi Inovasi Edukasi Spiritual

Senior Manajer MURI, Triono, mengapresiasi pemanfaatan bioskop sebagai sarana pembelajaran spiritual. Menurutnya, inovasi tersebut memperluas fungsi bioskop yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat hiburan.

“Biasanya kalau kita ke bioskop untuk menikmati hiburan, kali ini bioskop menyediakan ruang pembelajaran spiritual. Ini sangat menginspirasi karena membuktikan bahwa edukasi dan dakwah bisa dikemas secara kreatif, modern, dan dekat dengan masyarakat,” ungkap Triono.

Ia menjelaskan, penghargaan diberikan atas inovasi sosialisasi dan tata cara ibadah umrah melalui tayangan film di bioskop yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia.

Dorong Literasi dan Perlindungan Jemaah

Apresiasi juga disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Farosa, S.T. Ia menilai, media audiovisual dapat menjadi sarana untuk meningkatkan literasi calon jemaah sebelum melakukan perjalanan ibadah.

Menurut Farosa, edukasi jemaah perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman bahasa Arab, tata cara ibadah, hingga persyaratan administratif perjalanan. Calon jemaah juga perlu memastikan biro perjalanan yang dipilih telah memiliki izin dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Literasi yang baik salah satunya bisa menggunakan media audiovisual, mulai dari video pendek hingga film utuh seperti yang ditampilkan hari ini,” ujarnya.

Farosa menambahkan, inovasi tersebut berpotensi menjadi bahan diskusi lebih lanjut dengan kementerian sebagai salah satu referensi dalam pengembangan edukasi digital bagi jemaah.

Dari sisi perlindungan konsumen, Anggota Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) periode 2024–2027 dari unsur pelaku usaha, Ir. Jailani, S.T., M.M., menilai, film manasik dapat menjadi sarana bagi penyelenggara perjalanan untuk menyampaikan informasi secara jelas kepada calon jemaah.

Menurut Jailani, konsumen berhak memperoleh informasi yang benar mengenai layanan perjalanan ibadah, termasuk tahapan keberangkatan hingga kepulangan. Informasi tersebut juga perlu memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan konsumen.

“Ini bagian dari salah satu upaya pelaku usaha melaksanakan kewajibannya, yaitu memberikan informasi yang benar dan menjelaskan proses perjalanan sejak berangkat sampai kembali,” katanya.

Ia berharap penggunaan media audiovisual untuk edukasi jemaah dapat dikembangkan oleh penyelenggara perjalanan lainnya seiring kemajuan teknologi.

 

 

 

 

 

Pemkab Karawang Harap Jadi Inspirasi

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang, Abbas Sudrajat, yang menjabat Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang, turut mengapresiasi inovasi BB Tour & Travel.

Menurut Abbas, penggunaan film sebagai media manasik merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman sekaligus upaya mempermudah masyarakat memahami tahapan perjalanan ibadah.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BB Tour. Ini merupakan inovasi yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga membantu jemaah lebih mudah memahami manasik haji dan umrah,” ujarnya.

Ia berharap pencapaian Rekor MURI tersebut dapat menjadi inspirasi bagi biro perjalanan lainnya untuk mengembangkan metode edukasi yang efektif bagi calon jemaah.

Rangkaian peringatan milad ke-12 BB Tour & Travel kemudian dilanjutkan dengan Manasik Akbar Praktik di Azzahra Galuh Mas Karawang pada pukul 13.00–17.00 WIB.

Melalui kombinasi pembelajaran berbasis film dan praktik langsung, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman jemaah mengenai tata cara ibadah serta mempersiapkan mereka menjalani perjalanan ke Tanah Suci dengan lebih baik.(KURASI)

Baca juga :

Jumling di Soreang, KDS Tegaskan Komitmen untuk Guru Ngaji dan Penguatan Ekonomi Warga