Puting Beliung Terjang Padalarang, 522 Rumah Rusak dan Sejumlah Fasilitas Umum Terdampak

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Bandung Barat – Sebanyak 522 rumah di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Senin (26/10/2026) siang. Kerusakan didominasi bagian atap rumah, mulai dari rusak ringan hingga berat.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, kerusakan tersebar di empat desa, yakni Desa Padalarang, Jayamekar, Kertajaya, dan Campakamekar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Rega Wiguna, mengatakan Desa Padalarang menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, yakni 398 unit. Sementara itu, di Desa Jayamekar tercatat 95 rumah rusak dan Desa Kertajaya sebanyak 27 rumah.

“Totalnya itu ada 522 rumah yang rusak. Di Desa Jayamekar 95 rumah, Padalarang 398 rumah, Kertajaya 27 rumah dan Campakamekar itu longsor yang terdampak 2 rumah,” kata Rega.

Dari total rumah yang terdampak, sebanyak 219 unit masuk kategori rusak ringan, 165 unit rusak sedang, dan 136 unit rusak berat. Selain kerusakan rumah, bencana tersebut juga menyebabkan dua rumah terdampak longsor di Desa Campakamekar.

Warga Mulai Perbaiki Rumah

Pantauan pada Selasa (27/10/2026) pagi menunjukkan sejumlah warga mulai memperbaiki bagian rumah yang rusak. Sebagian lainnya membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk akibat terjangan angin kencang.

Salah seorang warga Perumahan Pondok Padalarang Indah, Desa Padalarang, Yana (57), mengaku rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian lantai dua.

Atap kanopi di lantai dua rumahnya terbang, sedangkan sebagian dinding bangunan ambruk akibat diterjang angin kencang.

“Yang rusak itu di lantai dua. Atap kanopinya terbang sama temboknya ambruk. Ini tempat jemur baju sama buat santai keluarga biasanya,” ujar Yana.

Saat kejadian, Yana sedang bekerja. Di rumah hanya ada istri dan anaknya. Berdasarkan cerita istrinya, peristiwa tersebut bermula ketika hujan deras mengguyur kawasan tempat tinggal mereka, kemudian disusul angin kencang yang diduga merupakan puting beliung.

Angin bertiup begitu kuat hingga membuat keluarganya ketakutan. Tak lama kemudian, terdengar suara dentuman dari lantai dua rumah, disusul ambruknya dinding dan terbangnya atap kanopi.

“Kata istri, angin kencang itu dari atas menuju ke bawah. Setelah itu ada suara dentuman, ternyata temboknya udah roboh sama kanopi udah terbang,” tutur Yana.

Mengetahui kondisi tersebut, istri dan anaknya langsung bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri meskipun hujan masih deras.

“Anginnya kenceng, sampai ada orang yang lagi lari juga kebawa. Alhamdulillah enggak ada korban, cuma ini aja rusak,” katanya.

Sembilan Fasilitas Umum Ikut Rusak

Selain rumah warga, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, di antaranya masjid, posyandu, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Rega Wiguna menyebutkan terdapat sembilan fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, empat fasilitas masuk kategori rusak ringan, sedangkan lima lainnya mengalami kerusakan berat.

BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama TNI, Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta aparat desa telah melakukan kaji cepat dan asesmen di lokasi terdampak.

Untuk penanganan dan perbaikan rumah warga, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait sesuai kewenangannya.
“BPBD Kabupaten Bandung Barat telah mendistribusikan bantuan berupa logistik dan peralatan,” ujar Rega.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan penanganan dampak bencana guna membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan.(KURASI)

Baca juga: 

Diduga Uang Pangkal Sekolah Dipakai Judi Online, Ayah di Cicalengka Aniaya Anak hingga Tewas