Sering Minum Kopi Pagi Hari? Ahli Gizi RSUP Hasan Sadikin  Bandung Sebut Itu Kebiasaan Keliru

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Bandung – Bagi sebagian besar kaum urban, secangkir kopi di pagi hari adalah “bahan bakar” wajib sebelum memulai aktivitas. Namun, dibalik aromanya yang memikat, kebiasaan menenggak kopi sesaat setelah bangun tidur ternyata kurang tepat dari sisi kesehatan.

Ahli Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sri Afiani, menjelaskan bahwa hal ini berkaitan erat dengan kortisol—hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal untuk membuat tubuh merasa segar dan terjaga di pagi hari.

“Meminum kopi saat kadar hormon kortisol sedang tinggi-tingginya dapat mengganggu produksi alami hormon tersebut di dalam tubuh. Kadar kortisol yang melonjak terlalu tinggi justru bisa memicu rasa gelisah dan kecemasan yang berlebihan,” ungkap Sri dicuplik dari laman RSUP Hasan Sadikin, Rabu (23/9/2026).

Lantas, kapan waktu terbaiknya? Para ahli menyarankan untuk menikmati kopi tiga hingga empat jam setelah bangun tidur atau pada sore hari. Di waktu-waktu tersebut, produksi hormon kortisol di dalam tubuh mulai menurun, sehingga kafein bisa masuk menggantikan peran stimulan tanpa merusak ritme alami tubuh.

Sri membeberkan bahwa secangkir kopi hitam murni tanpa campuran apa pun sebenarnya murni murni kaya manfaat dan sangat rendah kalori. Di dalam cairan hitam tersebut, terkandung berbagai zat baik seperti:
– Kafein
– Kalium
– Magnesium
– Natrium
– Sodium

Namun, ceritanya akan langsung berubah jika Anda mulai menambahkan gula, krim, susu, atau sirup perasa. “Kalorinya pastilah bertambah signifikan,” jelas Sri.

*Segudang Manfaat Kafein*

Jika dikonsumsi dengan benar, Sri mengatakan kafein di dalam kopi bertindak sebagai stimulan yang andal untuk mempercepat metabolisme, meningkatkan pembakaran energi, serta memicu aktivitas saraf pusat.

Bahkan, banyak penelitian membuktikan kafein efektif membantu menurunkan berat badan karena membuat tubuh lebih aktif bergerak dan fokus.

Meskipun begitu, efek stimulan ini kerap kali memberikan reaksi unik pada tubuh:
– Mempercepat aliran darah dan meningkatkan metabolisme.
– Mendorong usus bekerja lebih cepat (menyebabkan efek mulas pada sebagian orang).
– Memicu pembuangan air kecil menjadi lebih sering.

Dalam jangka panjang, konsumsi kopi hitam yang bijak juga dipercaya mampu menurunkan risiko penyakit jantung, Diabetes Melitus, meningkatkan fungsi otak, hingga mencegah kanker.

Meskipun batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah 400 miligram (setara empat cangkir kopi), Sri menyarankan masyarakat untuk membatasinya cukup dua cangkir saja per hari.

Sebab, sesuatu yang berlebihan tetap membawa dampak buruk. “Bila dikonsumsi berlebihan, kafein akan memaksa otot jantung bekerja terlalu keras, membuat aliran darah tidak normal, dan memicu lonjakan tekanan darah,” jelasnya.

Namun tetap haru diingat, kopi tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak, pasien dengan kondisi medis tertentu (seperti malnutrisi, gangguan ginjal, jantung, atau pasca-stroke), serta ibu hamil. Kelompok ini wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kafein.