Kurasi, Bandung- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan seluruh pasien influenza yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD) berbagai fasilitas kesehatan dilayani dengan prima. Meski beberapa terakhir ini, sejumlah IGD rumah sakit over kapasitas.
Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, kondisi IGD yang mulai ramai menjadi perhatian Pemkot Bandung. Namun, situasi tersebut tidak dianggap sebagai kondisi yang perlu menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Pada dasarnya kami tidak menganggap remeh fakta bahwa sekarang ini IGD lumayan penuh oleh para pasien yang mengeluhkan demam yang tinggi dan memiliki beberapa gejala influenza yang khas yaitu batuk dan pilek,” ujar Farhan dalam siaran medianya ditulis Jumat (25/9/2026).
Farhan mengatakan otoritasnya telah mengambil langkah cermat dengan memastikan seluruh fasilitas kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Farhan menjelaskan prinsip pelayanan kesehatan bahwa pasien tidak boleh ditolak harus tetap diterapkan.
“Memastikan semua fasilitas kesehatan memberikan layanan yang terbaik. Prinsip bahwa tidak boleh menolak pasien itu harus berlaku di semua fasilitas kesehatan,” kata Farhan.
*Pemantauan via Puskesmas Padasuka*
Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung juga terus memantau perkembangan influenza melalui Puskesmas Padasuka yang menjadi salah satu fasilitas sentinel untuk memantau penyakit dengan gejala mirip influenza atau influenza like illness (ILI).
Sampel hasil pemeriksaan dari pasien akan dikirimkan ke Kementerian Kesehatan untuk penelitian lebih lanjut, termasuk memastikan jenis atau strain virus yang beredar. Farhan juga menambahkan, masyarakat tetap diminta menerapkan langkah pencegahan sederhana terutama ketika menggunakan transportasi umum.
“Warga yang bepergian menggunakan bus, kereta api maupun pesawat untuk kembali membiasakan diri menggunakan masker. Untuk anak-anak sekolah yang menunjukkan gejala flu sebaiknya tidak sekolah. Di rumah saja, kami akan izinkan dan kami maklumi,” ucap Farhan.
Farhan menambahkan agar anak-anak yang tetap bersekolah untuk menggunakan masker sebagai langkah pencegahan penularan.
Meski demikian, Farhan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian masker secara berlebihan. “Tidak perlu melakukan panic buying masker, ngeborong masker,” kata Farhan.
Terkait kondisi sejumlah IGD yang mengalami peningkatan kunjungan, termasuk RSUD Bandung Kiwari, Farhan menyebut hal tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat.
*Pengobatan Mandiri*
Menurutnya, warga yang sebelumnya memilih mengobati gejala flu ringan di rumah kini lebih cepat mendatangi fasilitas kesehatan karena khawatir terhadap kondisi yang sedang berkembang.
“Kalau kemarin-kemarin mah flu sedikit, panas sedikit, ah minum obat aja di rumah, nah sekarang karena waspada jadi udah langsung lari ke IGD,” ungkap Farhan.
Farhan menilai meningkatnya kewaspadaan masyarakat menjadi hal yang perlu diapresiasi. Namun, di sisi lain, pemerintah juga memastikan kapasitas fasilitas kesehatan dan tenaga medis tetap siap menghadapi peningkatan kunjungan.
“Buat kami ini menunjukkan bahwa kemampuan antisipasi dari masyarakat sudah sangat tinggi. Kami tentu bersyukur dengan hal itu tapi pada saat bersamaan kapasitas, fasilitas dan juga kemampuan dari nakes serta faskes di Kota Bandung siap untuk melayani,” kata Farhan.
*Penanganan Pasien*
Mengenai pasien yang datang ketika IGD dalam kondisi penuh, Farhan mengatakan penanganannya dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
“Kalau ada yang bisa diminta untuk menunggu dan bersedia menunggu dalam antrean tapi kalau diperkirakan sudah membaik maka dipersilakan untuk pulang. Itu mah sangat tergantung kondisi, saya tidak bisa memberikan sebagai sebuah kebijakan umum,” ujar Farhan.
Farhan memastikan layanan IGD di Kota Bandung tetap siaga selama 24 jam. Pemerintah juga mengaku telah belajar dari pengalaman penanganan Covid-19, termasuk dalam kesiapan obat, oksigen hingga perlindungan tenaga kesehatan.
“Yang namanya IGD di seluruh Kota Bandung standby 24 jam dan belajar dari pengalaman kita menangani Covid, berbagai macam fasilitas dari obat viral sampai ke oksigen dan juga keselamatan para nakes itu sudah betul-betul diperhatikan,” ujar Farhan.
Selain Bandung Kiwari, rumah sakit yang menerbitkan pengumuman menunda menerima kunjungan pasien ke IGD dan rawat inap karena penuh adalah RS Santo Yusuf. Sementara RSUD Oto Iskandar Dinata Kabupaten Bandung mengalami hal serupa.