Dua Orang Tewas, Satu Kritis Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kontrakan Lembang

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Bandung Barat – Warga Kampung Cijeruk, RT 06/RW 08, Desa/Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, digemparkan dengan penemuan tiga orang dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah rumah kontrakan, Senin (28/9/2026) pagi.

Dari tiga orang tersebut, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih hidup dan menjalani perawatan dalam kondisi kritis.

Ketiga korban diketahui merupakan warga asal Kabupaten Garut yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan kupat tahu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban pertama kali ditemukan oleh seorang perempuan yang datang ke rumah kontrakan tersebut untuk mengantarkan makanan kepada pacarnya, Ijang Nadi Gunaefi.

Saat tiba di lokasi, pintu rumah kontrakan dalam kondisi terkunci. Saksi kemudian meminta bantuan pemilik kontrakan untuk membuka pintu.

Setelah pintu dibuka, saksi mendapati tiga orang, yakni Ijang Nadi Gunaefi, Dede Rizki, dan Eji Fauzi, dalam kondisi tidak sadarkan diri. Warga kemudian memberikan pertolongan dan membawa Dede Rizki ke RSUD Lembang.

Ketiga korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kejadian tersebut.

Kapolsek Lembang AKP Bambang Haryono mengatakan, penyebab meninggalnya dua korban masih dalam penyelidikan. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit.

“Untuk sementara memang kita masih mendalami akibat meninggal dunia karena apa,” kata Bambang di lokasi.

Menurut Bambang, sebelum kejadian para korban disebut sedang dalam kondisi sakit. Saat warga mendatangi rumah kontrakan, kompor di dalam rumah masih dalam keadaan menyala. Para korban diketahui hendak berjualan kupat tahu.

Polisi masih mendalami kemungkinan berbagai faktor, termasuk kondisi kompor dan gas di dalam rumah.

“Termasuk juga kompor menyala, akibat gas atau yang lainnya masih kita dalami, menunggu keterangan dari pihak rumah sakit,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan empat butir obat parasetamol serta sisa makanan. Namun, kedua barang tersebut belum dapat dipastikan memiliki kaitan dengan meninggalnya dua korban.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga, ketiga korban disebut masih memiliki hubungan keluarga. Mereka telah tinggal di rumah kontrakan tersebut selama sekitar delapan bulan dan sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan kupat tahu keliling.

Warga setempat mengaku tidak menaruh kecurigaan terhadap ketiganya karena selama tinggal di lingkungan tersebut, para korban dikenal berperilaku baik.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab meninggalnya dua korban serta mengetahui kondisi korban yang masih menjalani perawatan.