Kurasi, Cimahi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi masih dalam kondisi aman di tengah meningkatnya kasus Influenza A.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengatakan masyarakat dapat memantau secara langsung tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit melalui sistem informasi kesehatan milik Kementerian Kesehatan.
“Jadi masyarakat bisa mengecek langsung keterisian bed lewat sistem. Misalnya mau ke RSUD Cibabat, nanti tinggal cek saja langsung,” kata Mulyati saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).
Meski tingkat keterisian tempat tidur masih berada dalam kategori aman, Mulyati mengakui terjadi peningkatan okupansi di sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi. Namun, peningkatan tersebut belum dapat secara spesifik dikaitkan dengan kasus Influenza A.
Menurutnya, hampir seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien. Kondisi tersebut turut menyebabkan kepadatan pelayanan, terutama di instalasi gawat darurat (IGD).
“Hampir semua rumah sakit pada intinya ada peningkatan pasien meski tidak spesifik disebabkan Influenza A. Tapi Influenza A sekarang memang lagi naik. Namun demikian, masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.
Puskesmas di Cimahi Disiagakan
Dinkes Kota Cimahi juga memastikan seluruh puskesmas tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bahkan, empat puskesmas di Kota Cimahi telah menerapkan pelayanan rawat jalan pada sore hari sejak sebelumnya. Pelayanan tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.
Keempat puskesmas tersebut yakni Puskesmas Padasuka, Puskesmas Cipageran, Puskesmas Cimahi Utara, dan Puskesmas Cibeureum.
Mulyati menjelaskan, Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Penularannya dapat terjadi melalui percikan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan maupun benda yang telah terkontaminasi.
Sejumlah gejala yang dapat muncul antara lain demam atau meriang, batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot atau badan pegal, serta lemas dan mudah lelah.
Pada sebagian orang, Influenza A juga dapat disertai gejala mual, muntah, atau diare. Namun, Mulyati mengingatkan bahwa tidak semua gejala tersebut secara otomatis menunjukkan seseorang terinfeksi Influenza A.
Kapan Pasien Influenza A Harus ke Rumah Sakit?
Masyarakat diminta segera mendapatkan penanganan medis apabila mengalami gejala yang semakin berat. Kondisi yang perlu diwaspadai antara lain tidak mampu minum atau mengalami kekurangan cairan berat, demam atau gejala yang memburuk setelah sempat membaik.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu apabila mengalami gejala yang memburuk atau mengkhawatirkan.
“Harus segera dibawa ke rumah sakit,” kata Mulyati.
Sementara itu, masyarakat yang hanya mengalami gejala ringan dapat terlebih dahulu memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Tenaga kesehatan nantinya akan menentukan penanganan yang diperlukan, apakah pasien cukup menjalani perawatan di rumah, membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan lanjutan, maupun perlu mendapatkan rujukan ke rumah sakit.
Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan
Untuk masyarakat yang mengalami gejala ringan dan menjalani perawatan di rumah, Dinkes Kota Cimahi mengimbau agar pasien cukup beristirahat dan memperbanyak konsumsi air.
Masyarakat yang sedang sakit juga dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika berada di sekitar orang lain. Selain itu, tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
“Gunakan masker saat sakit, terutama di sekitar orang lain, tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” ujar Mulyati.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang sedang sakit untuk menghindari kontak dekat dengan bayi, lansia, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu guna mengurangi risiko penularan.
Di tengah meningkatnya kasus Influenza A, masyarakat diminta tetap waspada dan segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.