Tabungan Hasil Berlayar Jadi Modal, Toko Gian Hadir di Cicantayan

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Sukabumi — Dari hasil bekerja di tengah laut, Syahril perlahan mengumpulkan modal untuk mewujudkan sebuah usaha di tanah kelahirannya. Bersama sang istri, ia kini membuka Toko Gian Grosir dan Eceran, di Kampung Cijabon, RT 19/RW 6, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Toko yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok tersebut resmi diperkenalkan kepada masyarakat melalui grand opening, Selasa sore. Sejumlah program promo turut dihadirkan untuk menarik minat konsumen, mulai dari potongan harga hingga voucher belanja.

Di balik berdirinya Toko Gian, ada perjalanan panjang yang dilalui Syahril. Sebelum menekuni bisnis sembako, ia dan istrinya sempat mencoba berbagai usaha, mulai dari produksi bata hingga konveksi.

Bagi Syahril, membangun usaha bukan sekadar persoalan memulai. Tantangan terbesar justru bagaimana menjaga usaha agar tetap bertahan dan berkembang.

“Namanya usaha itu kadang gampang untuk memulai, tapi untuk mempertahankan itu tidak gampang. Harus butuh konsistensi,” ujar Syahril seusai grand opening.

Ide membuka toko berawal dari keberadaan lahan yang dimiliki keluarga. Sang istri kemudian mendorong Syahril memanfaatkan lahan tersebut menjadi tempat usaha.

Pilihan bisnis sembako pun dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kebetulan kita punya lahan dan lokasinya juga memungkinkan untuk membuka usaha toko. Kemudian muncul ide dari istri saya, bagaimana kalau kita buka toko,” katanya.

Latar belakang sebagai pelaut menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Penghasilan yang diperoleh saat bekerja di kapal tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian disisihkan dan dikumpulkan hingga akhirnya menjadi modal usaha.

“Saya background-nya pelaut. Kalau sedang bekerja ada pendapatan, tapi kalau sedang libur ya begitu. Jadi uang yang didapatkan dari berlayar kita sisihkan, akhirnya dibuat usaha ini,” tuturnya.

Dengan modal yang dikumpulkan secara bertahap, Syahril memilih membuka toko grosir dan eceran. Ia berharap harga yang ditawarkan dapat bersaing dan menjangkau kebutuhan masyarakat sekitar.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah memperoleh barang langsung dari pemasok, sehingga harga jual dapat ditekan.

Saat grand opening, Toko Gian juga menawarkan berbagai promo. Sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu, diberikan potongan harga hingga 50 persen.

Selain diskon, konsumen yang berbelanja minimal Rp100 ribu juga berkesempatan memperoleh voucher belanja dengan total hadiah mencapai Rp1 juta.

“Selain memberikan harga promo, kami juga menyiapkan voucher belanja. Untuk pembelian di atas Rp100 ribu, ada kesempatan mendapatkan voucher dengan total hadiah Rp1 juta,” jelas Syahril.

Bagi Syahril, promo tersebut bukan sekadar strategi menarik pembeli, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan Toko Gian kepada masyarakat Cicantayan.

Ia pun belum ingin terburu-buru membuka cabang. Fokusnya saat ini adalah memastikan toko pertama dapat berjalan stabil, dikenal masyarakat, dan memberikan pelayanan yang konsisten.

“Kalau membuka baru belum. Keinginan itu pasti ada. Insya Allah, kalau memungkinkan dan diberikan rezeki lagi, nanti kita akan buka lagi. Jadi toko ini kita usahakan berjalan lancar dulu,” katanya.

Grand opening Toko Gian juga diwarnai kehadiran Ustadz Ray Shareza, mantan vokalis grup band Nineball yang kini aktif sebagai motivator hijrah. Kehadirannya menambah suasana silaturahmi dalam kegiatan pembukaan toko.

Bagi Syahril, perjalanan membangun Toko Gian bermula dari langkah sederhana: bekerja, menyisihkan penghasilan, melihat peluang, lalu berani memulai.

Kini, hasil kerja di laut itu berubah menjadi sebuah usaha di darat—sebuah toko sembako yang diharapkan tumbuh bersama masyarakat di Cicantayan.