Pemkab Bandung Barat Luncurkan JARING MINA SPPG, Perkuat Rantai Pasok Ikan untuk Pangan Bergizi

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Perikanan dan Peternakan resmi meluncurkan JARING MINA SPPG, sebuah model tata kelola kolaboratif rantai pasok perikanan untuk mendukung pemenuhan pangan bergizi.

Peluncuran program bertajuk “Penguatan Jaringan Perikanan dan KDMP untuk Mendukung SPPG” tersebut berlangsung di UPTD Pembenihan Ikan, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, mitra SPPG, pelaku usaha perikanan, serta 24 kepala desa penerima bantuan Kolam Mini RAS dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Barat Duddy Prabowo, Asisten III Bidang Administrasi Umum Rini Sartika, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sri Dustirawati, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung Ramzi, serta Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat Wiwin Aprianti.

JARING MINA SPPG tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi ikan. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem yang menghubungkan UPTD Pembenihan Ikan, KDMP, pembudidaya, Unit Pengolahan Ikan (UPI), dan SPPG dalam satu rantai pasok.

Dalam konsep tersebut, UPTD Pembenihan Ikan berperan menyediakan benih berkualitas. KDMP dan pembudidaya menjalankan kegiatan produksi sekaligus memperkuat fungsi agregasi ekonomi desa. Selanjutnya, UPI mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, sementara SPPG menjadi bagian hilir yang menyerap produk untuk kebutuhan pangan bergizi.

Dorong KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bandung Barat Sri Dustirawati mengatakan, KDMP perlu didorong agar tidak hanya menjadi kelembagaan formal, tetapi juga berperan dalam aktivitas ekonomi desa.

Melalui JARING MINA SPPG, KDMP diharapkan dapat terlibat dalam budidaya dan agregasi hasil produksi masyarakat. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat kepastian pasar bagi pembudidaya sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih terorganisasi di tingkat desa.

Penguatan kapasitas pengelola, tata kelola usaha, pencatatan, serta kemitraan menjadi bagian penting agar KDMP dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.

Pasokan Ikan Disesuaikan dengan Kebutuhan SPPG

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung Ramzi menyampaikan, JARING MINA SPPG perlu membangun hubungan pasokan yang jelas dengan kebutuhan SPPG.

Menurutnya, keberhasilan kerja sama tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi ikan, tetapi juga kemampuan menyediakan produk berdasarkan jumlah, mutu, kontinuitas, keamanan pangan, dan kebutuhan menu.

Karena itu, hubungan antara produsen, KDMP, UPI, dan SPPG diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata agar pasokan ikan lokal dapat masuk ke dalam rantai pemenuhan pangan bergizi secara lebih terencana.

Bangun Tata Kelola Rantai Pasok Terintegrasi

Widyaiswara Pusjar SKTAN LAN Dr. Ayi Nasrudin yang menjadi coach bagi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat Wiwin Aprianti memberikan penguatan terhadap pelaksanaan proyek perubahan JARING MINA SPPG.

Menurut konsep program tersebut, perubahan yang dibangun bukan hanya mengenai peningkatan produksi perikanan, tetapi juga bagaimana seluruh aktor bergerak dalam satu sistem dengan tujuan, proses, indikator, dan mekanisme monitoring yang jelas.

JARING MINA SPPG dirancang melalui
empat elemen utama, yakni kebijakan, kolaborasi, proses bisnis, dan digital governance.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Barat Duddy Prabowo menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Ia menekankan pentingnya pengawalan bersama agar kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, koperasi, pembudidaya, pelaku pengolahan, dan SPPG dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wiwin Aprianti Paparkan Konsep JARING MINA SPPG

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat Wiwin Aprianti selaku penggagas program menjelaskan, JARING MINA SPPG merupakan model Integrated Local Fish Supply Chain Governance yang mengintegrasikan aktor, proses, kebijakan, dan data.

Rantai pasok tersebut dirancang mulai dari UPTD Pembenihan Ikan → KDMP/Budidaya → UPI → SPPG → penerima manfaat.

Produksi ikan dalam skema ini diarahkan menggunakan pendekatan demand-driven, yakni disusun berdasarkan kebutuhan SPPG.

Sistem tersebut juga diperkuat dengan kepastian offtake, standar operasional prosedur (SOP), serta dashboard monitoring untuk memantau produksi, stok, mutu, dan distribusi.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepastian pasar, produktivitas KDMP, transparansi monitoring, kesejahteraan pembudidaya, aktivitas ekonomi desa, nilai tambah produk UPI, sekaligus menyediakan protein ikan lokal untuk kebutuhan SPPG.

Pakta Integritas Ditandatangani

Sebagai bentuk komitmen pelaksanaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas JARING MINA SPPG.

Pakta tersebut ditandatangani Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Wiwin Aprianti selaku penggagas, Kepala Bidang Perikanan Dindin Rustandi, Kepala Bidang Bina Usaha Riyan Haskar Rayka Apriyanto, Kepala UPTD Pembenihan Ikan Asep Devi Virmansyah, perwakilan UPI Petekres Rizki Maulana, serta Ketua KDMP Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor, Elfan Andriawan.

Penandatanganan itu menjadi simbol komitmen para pelaksana dalam menjalankan peran masing-masing serta menjaga keberlangsungan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

24 Desa Terima Bantuan Benih Ikan

Komitmen tersebut diperkuat melalui penyerahan simbolis bantuan benih ikan kepada 24 desa penerima bantuan Kolam Mini RAS.

Bantuan benih tersebut diberikan sebagai stimulan agar desa penerima dapat memulai aktivitas budidaya yang terhubung dengan ekosistem JARING MINA SPPG.

Dalam konsep quick win proyek perubahan, alur yang hendak dibuktikan mencakup benih dari UPTD, budidaya melalui KDMP atau Mini RAS, pengolahan oleh UPI, hingga menjadi bagian dari menu SPPG.

Resmi Diluncurkan

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi
peluncuran JARING MINA SPPG melalui pemukulan kentungan secara bersama-sama oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan.

Prosesi tersebut menandai dimulainya implementasi JARING MINA SPPG sebagai model kolaborasi rantai pasok perikanan di Kabupaten Bandung Barat.

Program ini selanjutnya akan dikembangkan secara bertahap, mulai dari pembentukan tim, pemetaan supply-demand, penyusunan SOP dan kerja sama, pembangunan dashboard awal, hingga pembuktian satu rantai pasok melalui proyek percontohan.

Dalam tahap berikutnya, program diarahkan pada penguatan produksi, offtake, kapasitas sumber daya manusia, dashboard monitoring, publikasi, serta diversifikasi produk olahan.

Melalui JARING MINA SPPG, Pemkab Bandung Barat mendorong keterhubungan antara potensi perikanan lokal dengan kebutuhan pangan bergizi masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Baca juga :

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular