Wabup Sukabumi dan Wamen BKKBN Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting

Facebook
X
Threads
Email
WhatsApp

Kurasi, Sukabumi – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau hasil kolaborasi penanggulangan stunting di Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jumat (9/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi upaya percepatan penurunan stunting sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai unsur masyarakat.

Wabup Sukabumi, H. Andreas, mengatakan kehadiran Wamen BKKBN merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi. Kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran Ibu Wamen merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi. Ini juga menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Menurut Andreas, penanganan stunting merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat. Karena itu, program yang telah dirancang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.

Ia menilai pola penanganan stunting melalui kolaborasi yang terstruktur di Desa Gede Pangrango dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi.

“Pencegahan stunting harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama agar upaya penanganannya bisa berjalan optimal,” katanya.

Andreas juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi anak. Menurutnya, peningkatan kualitas gizi generasi muda menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah dan memperkuat kerja sama dalam menekan angka stunting.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam keberhasilan percepatan penurunan stunting.

Ia menilai Desa Gede Pangrango dapat menjadi contoh praktik kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dalam penanganan stunting.

“Dengan kolaborasi, upaya penurunan stunting bisa berjalan lebih baik. Tanpa kolaborasi, penurunan stunting akan sulit dicapai,” ujarnya.

Isyana menambahkan, penanganan stunting harus dilakukan melalui intervensi yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, pola asuh anak, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya tersebut dan berharap kolaborasi yang terbangun dapat terus berlanjut.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus dilakukan sehingga upaya percepatan penurunan stunting bisa semakin optimal,” pungkasnya.(KURASI)

Baca juga :

Polresta Bandung Bongkar Praktik Penyalahgunaan LPG 3 Kg, Satu Tersangka Diamankan