Kurasi, Kabupaten Bandung – Persib Bandung menunjukkan daya juang saat menjamu Dewa United pada pekan keempat Super League 2026/2027. Sempat tertinggal dua gol pada babak pertama, Maung Bandung bangkit dan memaksakan hasil imbang 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2026).
Dua gol Dewa United dicetak Egy Maulana Vikri pada menit ke-23 dan Noah Wail Sadaoui pada menit ke-45. Persib kemudian membalas melalui Balsa Sekulic pada menit ke-51 dan Marc Klok pada menit ke-54.
Hasil tersebut membuat Persib mengoleksi tujuh poin dan menempati peringkat kedelapan klasemen sementara. Sementara itu, Dewa United tetap berada di posisi kedua dengan raihan 11 poin.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menilai keberhasilan timnya bangkit dari ketertinggalan merupakan cerminan karakter, semangat juang, dan kebersamaan para pemain.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, hal terpenting dalam sepak bola bukan sekadar menghindari kekalahan, melainkan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi situasi sulit.
“Dalam hidup, kalian bisa kalah atau bermain imbang. Namun, hal terpenting adalah mampu bangkit, tidak pernah menyerah, dan terus berjuang. Apa pun situasinya, kalian harus bangkit dan terus berjuang,” ujar Igor.

Dua Kesalahan Berbuah Gol
Igor mengakui Persib melakukan dua kesalahan pada babak pertama yang berhasil dimanfaatkan Dewa United untuk mencetak gol. Situasi tersebut membuat Persib harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, permainan Persib mengalami perubahan setelah turun minum. Tekanan yang ditingkatkan para pemain membuahkan dua gol dalam rentang tiga menit, sekaligus menyelamatkan satu poin di kandang sendiri.
Igor mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tetap berusaha memberikan kemampuan terbaik di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Ia menilai hasil imbang tersebut menunjukkan bahwa para pemain masih memiliki semangat untuk berjuang bersama, bahkan ketika berada dalam tekanan.
“Para pemain berjuang bersama, bermain bersama, dan melakukan segalanya demi satu sama lain,” katanya.

Igor Pasang Badan untuk Kakang Rudianto
Selain menyoroti daya juang tim, Igor juga memberikan pembelaan kepada Kakang Rudianto yang mendapat kritik atas penampilannya. Ia meminta agar kritik terhadap performa Persib tidak hanya diarahkan kepada pemain.
Igor menegaskan bahwa dirinya sebagai pelatih harus menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab atas keputusan pemilihan pemain dan strategi yang diterapkan di lapangan.
“Jika ada seseorang yang harus dikritik, orang itu seharusnya saya, bukan para pemain. Sebab, saya yang menempatkan mereka di lapangan,” tegas Igor.
Ia menyatakan tidak mempersoalkan kritik terhadap dirinya, termasuk mengenai taktik dan rotasi pemain. Namun, menurutnya, tidak adil apabila seorang pemain menjadi sasaran kritik tanpa mempertimbangkan kondisi tim secara keseluruhan.
Igor menjelaskan bahwa Persib menghadapi tantangan berupa jadwal pertandingan yang padat karena harus membagi konsentrasi di empat kompetisi, baik di level domestik maupun turnamen antarklub Asia dan Asia Tenggara.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat Persib harus menjalani perjalanan panjang serta memiliki waktu pemulihan yang terbatas di antara pertandingan.
Igor mencontohkan perjalanan pulang dari Bangkok yang dimulai sekitar pukul 10.00 dan baru tiba pada pukul 22.00 atau 23.00. Setelah menempuh perjalanan tersebut, para pemain masih harus menjalani pemulihan sebelum kembali mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya.
Bahkan, pemain yang tidak tampil dalam pertandingan tetap harus mengikuti perjalanan bersama tim.
“Kami tahu bahwa kami harus bepergian dan bermain. Namun, siapa pun akan sulit berada dalam kondisi segar setelah menempuh perjalanan selama 12 jam dan hanya memiliki waktu istirahat satu hari,” ujarnya.
Meski demikian, Igor menegaskan bahwa padatnya jadwal bukan alasan untuk menghindari tanggung jawab atas hasil pertandingan. Ia hanya meminta agar kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menilai performa pemain.
Ia juga mengingatkan bahwa Persib berpotensi menghadapi situasi serupa dalam delapan pertandingan berikutnya. Karena itu, ia berharap suporter memahami tantangan yang dihadapi tim dalam menjaga konsistensi permainan.
“Jika kalian mengharapkan Persib bermain seperti Barcelona setiap tiga hari sekali selama delapan pertandingan ke depan, kalian harus berpikir ulang. Kami harus berjuang keras, tetapi kalian bisa melihat sendiri bahwa para pemain sudah memberikan segalanya,” kata Igor.

Dewa United Kecewa Gagal Mempertahankan Keunggulan
Dari kubu lawan, pelatih Dewa United, Osmar Loss, mengaku kecewa karena timnya gagal mempertahankan keunggulan dua gol hingga pertandingan berakhir.
Ia menilai Dewa United mampu menjalankan rencana permainan dengan baik pada babak pertama. Namun, gol Persib pada awal babak kedua mengubah jalannya pertandingan.
“Setelah kebobolan gol pertama pada babak kedua, pertandingan menjadi sedikit emosional dan kami kehilangan sedikit kendali atas permainan,” ujar Osmar.
Menurutnya, Persib memiliki kekuatan yang cukup besar pada babak kedua. Kehadiran pemain pengganti juga memberikan pengaruh terhadap peningkatan permainan tuan rumah.
Meski gagal membawa pulang tiga poin, Osmar menilai satu poin dari pertandingan tandang tersebut tetap memiliki nilai positif. Ia berharap timnya dapat mengambil pelajaran dari kegagalan menjaga keunggulan.
Pemain Dewa United, Nick Kuipers, juga mengakui timnya tampil baik pada babak pertama. Ia menyebut Dewa United datang ke Bandung dengan persiapan dan strategi untuk meraih kemenangan.
“Kami bermain cukup baik dan mencetak dua gol yang luar biasa. Namun, kami tahu bahwa Persib Bandung sangat kuat pada babak kedua. Mereka memiliki pemain-pemain pengganti yang bagus dan mampu menciptakan peluang,” kata Nick.
Nick menilai timnya kurang siap menghadapi tekanan Persib setelah jeda pertandingan. Menurutnya, kegagalan menjaga konsentrasi pada awal babak kedua menjadi pelajaran penting yang harus diperbaiki.
“Kami tidak boleh memulai babak kedua dengan cara seperti itu. Kami harus bermain lebih tajam,” ujarnya.
Ia menambahkan, kedua tim sama-sama berusaha mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Karena itu, Nick menilai hasil imbang 2-2 cukup adil bagi kedua kesebelasan.
Nick Berharap Dewa United Juara, Persib Berprestasi di Asia
Di tengah persaingan Super League, Nick juga menyampaikan harapannya terhadap kiprah Persib di kompetisi Asia.
Ia mengapresiasi prestasi Persib yang telah menjuarai liga tiga kali berturut-turut dan berharap klub asal Bandung tersebut dapat melanjutkan pencapaiannya di level yang lebih tinggi.
Nick bahkan melontarkan harapan agar Dewa United menjadi juara liga musim ini, sementara Persib meraih gelar di kompetisi Asia.
“Persib sudah tiga kali menjadi juara, jadi menurut saya sekarang saatnya memberikan kesempatan kepada tim lain untuk menjadi juara. Bagaimana kalau Dewa United menjadi juara tahun ini dan Persib menjadi juara di Asia?” tuturnya.
Hasil imbang di Stadion Si Jalak Harupat menjadi gambaran persaingan yang masih terbuka pada awal musim. Persib memperoleh satu poin setelah menunjukkan kebangkitan luar biasa pada babak kedua, sedangkan Dewa United harus mengevaluasi kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol.
Bagi kedua tim, pertandingan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan pada babak pertama belum menjamin kemenangan hingga peluit akhir dibunyikan.(KURASI)
Baca juga :